Tuesday, 03 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Harga Minyak Turun $1, Diperdagangkan Pada Level Terendah Akibat Perang Dagang AS-Tiongkok Meningkat
Wednesday, 9 April 2025 03:14 WIB | OIL |Minyak WTIOil,Crude Oil

Harga minyak turun lebih dari $1 per barel pada hari Selasa (08/4), diperdagangkan pada level terendah dalam empat tahun, karena kekhawatiran resesi yang diperburuk oleh konflik perdagangan antara AS dan Tiongkok, dua ekonomi terbesar dunia, mengimbangi pemulihan pasar saham.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun $1,39, atau 2,16%, pada $62,82 per barel. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS turun $1,12, atau 1,85%, menjadi $59,58.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun lebih dari $2 per barel selama sesi tersebut.

Kedua patokan tersebut telah merosot masing-masing sebesar 14% dan 15%, pada hari Senin setelah pengumuman Presiden AS Donald Trump pada tanggal 2 April tentang "tarif timbal balik" pada semua impor AS. AS akan mengenakan tarif 104% pada China mulai pukul 12:01 dini hari EDT pada hari Rabu, kata seorang pejabat Gedung Putih setelah Beijing tidak mencabut tarif balasannya pada barang-barang AS pada batas waktu tengah hari pada hari Selasa yang ditetapkan oleh Trump. Kedua patokan tersebut turun lebih dari $1 per barel setelah berita tersebut.

Pada hari Selasa, Beijing berjanji tidak akan tunduk pada apa yang disebutnya "pemerasan" AS setelah Trump mengancam tarif tambahan 50% pada barang-barang China jika negara itu tidak mencabut tarif balasannya sebesar 34%. Kementerian Perdagangan China mengatakan negara itu "akan berjuang sampai akhir," meningkatkan kekhawatiran tentang kontraksi ekonomi global. "Skenario tersebut telah menghadirkan kasus untuk resesi global, di mana kekhawatiran akan penurunan permintaan energi telah muncul," kata Alex Hodes, direktur strategi pasar di perusahaan jasa keuangan StoneX, dalam sebuah catatan. Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengatakan kepada para senator AS pada hari Selasa bahwa Tiongkok belum mengindikasikan bahwa mereka ingin bekerja menuju timbal balik perdagangan.

Goldman Sachs memperkirakan bahwa harga minyak mentah Brent dan WTI masing-masing akan berada pada $62 dan $58 per barel pada bulan Desember 2025, dan masing-masing pada $55 dan $51 setahun setelahnya, dalam skenario yang berbeda.

Pemerintah AS telah mengindikasikan preferensi yang kuat untuk menurunkan harga minyak mentah menjadi $50 atau lebih rendah, dengan mempertimbangkan tujuan ini sebagai prioritas utama di antara tujuannya, menurut Natasha Kaneva, kepala strategi komoditas global di J.P. Morgan.

"Ini termasuk kesediaan untuk menanggung periode gangguan industri yang serupa dengan yang dialami oleh sektor serpih selama perang harga tahun 2014 antara OPEC dan serpih, jika pada akhirnya menghasilkan biaya produksi minyak yang lebih rendah," kata Kaneva.(Newsmaker23)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS